A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/dispeterikan/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/dispeterikan/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/dispeterikan/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/dispeterikan/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/dispeterikan/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/dispeterikan/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/dispeterikan/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/dispeterikan/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/dispeterikan/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/dispeterikan/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/dispeterikan/public_html/system/core/Exceptions.php:271)

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 23

Backtrace:

File: /home/dispeterikan/public_html/application/models/Counter_model.php
Line: 23
Function: setcookie

File: /home/dispeterikan/public_html/application/controllers/Home.php
Line: 19
Function: simpanPengunjung

File: /home/dispeterikan/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Kabupaten Magelang

ITIK MAGELANG SEBAGAI RUMPUN ITIK LOKAL INDONESIA

Dispeterikan Kab. Magelang Berita Terkait Tugas dan Fungsi



 Pendahuluan

Keanekaragaman hayati sebagai sumber plasma nutfah yang terdapat di Indonesia merupakan kekayaan yang tiada taranya. Keanekaragaman hayati meliputi berbagai spesies termasuk hewan ternak. Itik lokal merupakan ternak yang paling populer di Indonesia dan menunjang kehidupan rumah tangga masyarakat di pedesaan.
Keunggulan itik dibandingkan unggas lainnya adalah daya adaptasinya yang tinggi terhadap lingkungan baru, dibudidayakan sebagai penghasil telur dan daging. Keunggulan lainnya adalah mempunyai bentuk tubuh besar dengan bobot badan yang lebih berat, sehingga afkirannya lebih laku sebagai itik potong. Itik Magelang merupakan komoditas ternak unggas yang potensial sebagai penghasil telur dan daging (dwiguna).

 
SK Menteri Pertanian
 Â 

       Itik Magelang merupakan salah satu jenis itik asal Kabupaten Magelang Provinsi Jawa Tengah yang cukup dikenal. Itik ini pada awalnya berkembang di beberapa kecamatan di Kabupaten Magelang. Itik Magelang sejak dulu sudah ada. Kapan persisnya keberadaan Itik Magelang tidak ada yang mengetahuinya. Namun karena memiliki beberapa keunggulan dibandingkan itik lainnya, khususnya dalam hal produktivitas telur dan daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan yang baru maka itik banyak dikembangbiakan di beberapa wilayah lain.
       Telur itik yang dihasilkan Itik Magelang mempunyai kualitas terbaik. Selain ukuran telurnya yang besar-besar, warna kulit telurnya biru cerah sangat kuat. Itik Magelang yang berkelamin jantan dapat dikembangkan sebagai itik potong. Potensi pasarnya sangat terbuka luas, karena banyak warung makan di kota-kota besar di seluruh Pulau Jawa yang menjajakan makanan itik dalam bentuk bebek goreng.
       Perkembangan populasi ternak unggas di Kabupaten Magelang terbilang pesat, karena sejak awal daerah ini memiliki sumber daya manusia yang akrab dan setia menekuni kerja di sektor peternakan. Hal ini didukung pula oleh letak geografis Magelang yang dikelilingi pegunungan, sehingga beriklim sejuk dan sesuai untuk budidaya unggas. Magelang juga terletak di pertengahan jalur distribusi produk-produk pertanian dari Semarang, Yogya dan Solo sehingga merupakan pasar terbuka. Agribisnis perunggasan di Kabupaten Magelang bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak unggas. Hal tersebut dilaksanakan melalui peningkatan pendapatan petani peternak unggas dan tercukupinya gizi masyarakat dari dukungan protein hewani asal unggas (daging dan telur), sebab produk asal unggas merupakan sumber protein termurah yang dapat dijangkau masyarakat.
       Walaupun peluang pasar terbuka luas namun usaha peternakan itik di Jawa Tengah masih terkendala beberapa permasalahan. Diantaranya usaha-usaha peternakan itik yang ada sekarang masih didominasi peternak skala kecil yang bersifat tradisional ekstensif (diumbar), kecilnya modal, sulitnya mencari bibit DOD (Day Old Duck) unggul serta pengetahuan peternak yang masih rendah serta adanya serangan penyakit. Tidak mengherankan jika produktivitas ternak itik di pedesaan saat ini masih rendah dan jauh dari harapan.
       Itik Magelang memiliki ciri khas berupa kalung putih pada leher, yang dapat dijadikan sebagai identitas, karena karakter warna tersebut tidak ditemui pada jenis itik lain.
       Itik Magelang adalah itik lokal unggul yang sangat populer di kalangan masyarakat peternak di Kabupaten Magelang. Itik ini dapat berkembang di daerah dengan ketinggian 200 – 600 m dpl atau dataran tinggi yang sejuk. Hal itu sesuai dengan topografi Kabupaten Magelang yang berada pada ketinggian 154 – 3296 m dpl.
Lingkungan yang disukai itik merupakan daerah dekat persawahan yang pada umumnya banyak mengandung air dan protein hewani, seperti cacing dan siput.


    
     

Penetapan Rumpun Itik Magelang:

       Itik Magelang telah ditetapkan sebagai Rumpun Itik Lokal Indonesia berdasarkan Keputusan  Menteri Pertanian No. 701/Kpts/PD.410/2013 tentang Penetapan Rumpun Itik Magelang pada tanggal 13 Pebruari 2013 di Jakarta.
Deskripsi Rumpun Itik Magelang adalah sebagai berikut :

  1. Nama Rumpun  :    Itik Magelang
  2. Asal usul          :    berasal dari itik mallard yang bermigrasi ke Indonesia dan beradaptasi dengan lingkungan kemudian diseleksi, sehingga muncul sifat karakteristik.
  3. Wilayah sebaran asli geografis : Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.
  4. Wilayah sebaran :     Provinsi Jawa Tengah (Kabupaten Magelang, Kabupaten Semarang, Kota Surakarta) dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
  5. Karakteristik :
1. Sifat Kualitatif :
   a. Warna
  1. Bulu : Kecokelatan dengan variasi cokelat muda hingga tua atau kehitaman dan sering dijumpai warna total hitam, serta memiliki tanda khusus berupa kalung warna putih pada leher.
  2. Kerabang telur : hijau kebiruan
   b. Bentuk badan
       Jantan : langsing, jika berdiri dan berjalan bersikap tegap, tegak lurus dengan tanah
       Betina : tegak lurus dan tidak mengerami telurnya.
2.    Sifat Kuantitatif :
  1. Bobot badan     :    Jantan : 1,8 – 2,5 kg, Betina : 1,5 – 2,0 kg
  2. Bobot telur             :    60 – 70 g.
  3. Bobot telur tetas     :    67 + 4,7 g.
  4. Produksi telur          :    200–300 butir/ tahun
  5. Puncak produksi telur  :    55,1%
  6. Umur dewasa kelamin  :    5-6 bulan
  7. Lama produksi telur     :    9-10 bulan
  8. Konversi pakan        :    4 - 5
  9. Lebar warna kalung pada leher :    1-2 cm.
Langkah-langkah yang diambil dalam pengembangan Itik Magelang selanjutnya :

  1. Pemurnian rumpun Itik Magelang, perlu diseleksi itik-itik yang mempunyai karakteristik spesifik Itik Magelang. Itik dipelihara dalam kelompok, perkawinan dilakukan dengan mengambil jantan dari kelompok lain untuk menghindari adanya efek inbreeding.
  2. Peningkatan peran masyarakat dalam program pelestarian rumpun Itik Magelang dan memberikan kompensasi bagi masyarakat yang secara konsisten melaksanakan program pelestarian rumpun Itik Magelang.
  3. Membentuk pembibitan ternak rakyat (Village Breeding Centre atau VBC) di sentra ternak itik dengan pemeliharaan secara intensif.
  4. Mendorong masyarakat peternak itik melaksanakan agribisnis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak itik.
  5. Penutup
  6. Dengan kekhasan karakteristik, sifat-sifat serta keunggulan yang dimilikinya itik Magelang secara resmi telah ditetapkan sebagai Rumpun Itik Lokal Indonesia. Penetapan Rumpun Itik Magelang dapat dijadikan dasar dalam pengamanan aset kekayaan sumber daya genetik hewan (SGD) yang dimiliki Indonesia.
  7. Komitmen dan dukungan berbagai pihak sangat diperlukan untuk pelestarian dan pengembangan mutu genetik Itik Magelang sehingga dapat dijaga kemurniannya sekaligus dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan daging dan telur nasional.