PANCAROBA HADANG DENGAN VITAMIN PDF Print E-mail
Written by Arif Budi Wibowo,S.Pi,MSi (Pengawas Perikanan)   
Thursday, 10 November 2016 09:27

     Musim pancaroba telah tiba. Datangnya musim pancaroba sering membawa kekhawatiran tersendiri bagi para pembudiaya ikan baik pembesaran maupun pembenihan. Kekhawatiran akan gagalnya usaha pembudidayaan ikan yang dilakukan. Apa yang sebenarnya menjadi penyebab muncul kekhawatiran dikalangan para pembudiaya ikan dengan datangnya musim pancaroba tersebut?. Pancaroba seperti tersebut dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan istilah yang dipergunakan untuk menyebut waktu peralihan antara musim kemarau dan musim hujan. Waktu ini ditandai dengan keadaan yang tidak menentu, perbedaan temperatur antara siang dan malam cukup besar.

 Sumber : m.solopos.com

    Sektor pembudidayaan ikan sebagaimana kita ketahui bersama merupakan sektor yang tidak bisa lepas seratus prosen dari kondisi iklim dan cuaca walaupun perkembangan teknologi akuakultur sudah semakin maju dan mampu meminimalisir faktor pembatas dari lingkungan.Sehingga boleh dikatakan bahwa sektor pembudidayaan ikan sangat terpengaruh dengan kondisi ketidakmenentuan musim pancaroba.
    Faktor lingkungan yang menjadi faktor pembatas dan berpengaruh terhadap hidup dan kehidupan ikan antara lain temperature, oksigen terlarut, ammonia, nitrat dan nitrit, kecerahan, padatan tersuspensi, pH, keberadaan hama serta penyakit ikan. Menurut pendapat penulis faktor lingkungan yang menjadi faktor pembatas terhadap keberlangsungan usaha pembudidayaan ikan adalah temperature. Temperatur berpengaruh langsung terhadap nafsu makan bahkan dalam kondisi temperature diatas atau dibawah temperature ideal akan menyebabkan  ikan tidak mau makan sama sekali (Tucker dan Hargreaves). Dampak tersebut berlanjut kepada penurunan daya absorbsi nutrisi pakan sehingga pertumbuhan ikan akan terganggu pula. Selain itu pada kondisi temperature yang cenderung rendah pada musim pancaroba membawa dampak pada ketidak normalan system kekebalan tubuh ikan. Celakanya pada temperature rendah keberadaan bakteri pathogen menjadi lebih aktif. Hal inilah yang menyebabkan ikan budidaya lebih rentan terhadap serangan penyakit bakterial.
    Terkait itu semua peningkatan respon imun, peningkatan daya terhadap stress lingkungan dan peningkatan daya cerna ikan budidaya yang bermuara pada peningkatan pertumbuhan dibutuhkan untuk keberlangsungan usaha budidaya. Dan peran itu ada di senyawa organik yang disebut dengan VITAMIN. Berdasarkan beberapa literatur, vitamin diartikan sebagai senyawa organik yang esensial bagi pertumbuhan, walaupun dalam jumlah yang relatif kecil.Vitamin secara umum berperan sebagai katalis reaksi – reaksi yang terjadi didalam tubuh ikan, membantu protein dalam memperbaiki dan membentuk sel baru, mempertahankan fungsi berbagai jaringan tubuh sebagaimana mestinya, turut berperan dalam pembentukan senyawa-senyawa tertentu didalam tubuh.Secara spesifik peran dan fungsi vitamin terkait dengan peningkatan respon imun dan daya tahan terhadap stress lingkungan berada pada vitamin A dan C.
    Vitamin A berperan penting dalam regulasi genetik, pertumbuhan serta perkembangan normal, dan kekebalan tubuh. Selain itu vitamin A juga penting dalam reproduksi, kesehatan kulit, kekebalan tubuh, dan pembuatan sel darah merah. Beta karoten selain sebagai sumber vitamin A juga beraksi sebagai anti oksidan yang meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, memperbaiki kondisi hewan percobaan yang terkena kanker, dan melindungi dari radikal bebas dalam LDL (low density lipoprotein), HLD (high density lipoprotein), dan membran sel (http: //indonesiaakuakultur.blogspot.co.id/2015/11/manfaat-kandungan-vitamin-dalam-pakan.html).
    Vitamin C merupakan senyawa organik yang berperan penting dalam proses metabolisme makanan dan fisiologi ikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Annamalai Asaikkutti et. Al., 2015, menyatakan bahwa pakan yang disuplementasi dengan vitamin C secara signifikan dapat memajukan performa pertumbuhan dan status antioksidan, meningkatkan aktivitas enzim pencernaan dan kelangsungan hidup yang lebih baik dari udang M. malcolmsonii. Selain itu vitamin C berperan sebagai katalisator terjadinya metabolisme di dalam tubuh dan sangat berperan didalam pembentukan kekebalan tubuh ikan. Kekhawatiran kegagalan usaha budidaya ikan pada musim pancaroba dapat diminimalisir atau bahkan dapat dipupus dengan praktek aplikasi suplementasi vitamin (Vit A dan C) dalam pakan ikan.(Arif BW).


Share
Update terakhir  Dibaca: 103 kali.
 
Design by Team Dinas Kominfo Kab Magelang © 2013
Email : kominfo[at]magelangkab[dot]go[dot]id
No Telpon : (0293)-788346) fax (0293)-788122