Kualitas Air Dalam Budidaya PDF Print E-mail
 Dibaca: 105 kali.
Written by PURWANTI, A.Md ( Pengawas Perikanan Bidang Budidaya)   
Tuesday, 13 December 2016 14:41
   

      Dalam budidaya ikan ada 3 faktor yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan budidaya, karena hasil interaksi dari ketiga factor inilah yang dapat menimbulkan penyakit pada budidaya ikan. faktor-faktor tersebut ialah hama dan penyakit, organisme itu sendiri dan lingkungan (kualitas air dalam budidaya). Selain hal tersebut diatas yang tidak kalah  penting bagi kehidupan ikan adalah : rendahnya kadar ammonia dan nitrit, bersih secara kimiawi, memiliki pH, kesadahan, dan temperatur yang sesuai, serta rendahnya kadar cemaran organik, dan Stabil.
     Kualitas air dalam budidaya merupakan sifat air dan kandungan makhluk hidup, zat energy atau komponen lain didalam air. Kualitas air dinyatakan dengan beberapa parameter yaitu Parameter fisika,Parameter kimia dan Parameter biologi.

PARAMETER FISIKA

 
Parameter fisika dalam kualitas air meliputi suhu, warna air dan lain sebagainya.
 Sumber : slideshare.net

Temperatur
     Temparatur ekosistem air dipengaruhi oleh berbagai factor seperti intensitas cahaya matahari, pertukaran panas antara air dengan udara sekelilingnya, ketinggihan geografis dan juga oleh factor kanopi (penutupan oleh vegetasi) dari pepohonan yang tumbuh ditepi. Pada dasarnya suhu rendah memungkinkan air mengandung oksigen lebih tinggi,tetapi suhu rendah menyebabkan stress pernafasan pada ikan berupa menurunnya laju pernafasan dan denyut jantung sehingga dapat berlanjut dengan pingsannya ikan-ikan akibat kekurangan oksigen,suhu dapat diukur dengan alat thermometer.

Warna Air
     Warna air pada kolam dan tambak, baik system tradisional, semi intensif maupun intensif bermacam-macam. Adanya warna air tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain plankton, larutan tersuspensi, dekomposisi bahan organik, Mineral, maupun bahan-bahan lain yang terlarut dalam air,warna air tambak yang dapat dijadikan acuan standar dalam pengelolaan kualitas air adalah sebagai berikut antara lain: Warna air tambak hijau tua menunjukkan adanya dominansi chlorophyceae didalam tambak tersebut,sedangkan warna air tambak kecoklatan menunjukkan adanya dominansi diatomae dan warna air tambak hijau kecoklatan menunjukkan dominansi yang terjadi merupakan perpaduan antara chlorophyceae dan diatomae yang bersifat stabil yang didukung dengan ketersediaan pakan alami. kecerahan air dapat diukur dengan menggunakan sechidisk.

PARAMETER KIMIA,
Parameter kimia meliputi pH (Derajat Keasaman), DO (Disolved Oxigent),Karbondioksida (CO2) terlarut, Salinitas, NitratdanFosfat.

pH (Derajat Keasaman)
     pH adalah suatu ukuran keasaman dan kadar alkali dari sebuah contoh cairan. Kadar pH dinilai dengan ukuran antara 0-14. Perubahan pH berkaitan dengan kandungan oksigen dan karbondioksida dalam air. Pada siang hari jika oksigen naik akibat fotosintesa fitoplankton, maka pH juga naik,Kestabilan pH perlu dipertahankan karena pH dapat mempengaruhi pertumbuhan organisme air, mempengaruhi ketersediaa nunsur P dalam air dan mempengaruhi daya racun amoniak dan H2S dalam air.pH dapat diukur dengan alat pH meter maupun kertas lakmus.

DO (Disolved Oxigent)
     Oksigen adalah unsure fital yang diperlukan oleh semua organism untuk respirasi dan sebagai zat pembakar dalm proses metabolisme. Kandungan oksigen dalam air yang ideal adalah antara 3-7 ppm,Dampak dari tidak kestabilan DO/kandungan oksigen apabila kurangdari 3 ppm, maka ikan akan berada dipermukaan air, oksigen 1-2 ppm, ikan bias mati dan apabila oksigen terlalu tinggi, ikan maupun udang bias mati karena terjadi emboli dalam darah.

Salinitas
     Salinitas merupakan parameter penunjuk jumlah bahan terlarut dalam air, Salinitas pada umumnya dinyatakan sebagai berat jenis (specific gravity),yaitu rasio antara  berat larutan terhadap berat air murni dalam volume yang sama,salinitas dapat diukur dengan refraktometer.

Karbondioksida (CO2)
     Sumber utama oksigen terlarut dalam air antara lain penyerapan oksigen dari udara melalui kontak antara permukaan air dengan udara, proses fotosintesis selanjutnya daur kehilangan oksigen melalui pelepasan dari permukaan keatmosfer serta kegiatan respirasi dari semua organisme. Karbondioksida (CO2) terlarut pada perairan umum dan kolam budidaya intensif, ,bikarbonat atau karbonat terlarut membentuk suatu reservoir karbon untuk fotosintesis tumbuhan air. Pada kondisi gelap, maka aktivitas utama tumbuhan yaitu melakukan respirasi, pada kesempatan tersebut dibebaskan CO2 dan ion-ion hidorgen sehingga menyebabkan penurunan pH.

Nitrat
     Nitrat merupakan hasil dari reaksi biologi yaitu nitrogen organik. Limbah industry dan domestic akan mengandung nitrat dan akan menjadi polusi untuk permukaan air. Pada perairan alami mineral nitrat hanya sedikit. Nitrat (NO3-) dan nitrit (NO2-) adalah ion-ion anorganik alami, yang merupakan bagian dari siklus nitrogen.

Fosfat
     Fosfat merupakan bentuk pospor yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Karakteristik pospor sangat berbeda dengan unsur-unsur utama lain yang merupakan penyusun biosfer karena unsure ini tidak terdapat diatmosfer. Keberadaan pospor relative sedikit dan mudah mengendap.

PARAMETER BIOLOGI


     Plankton dapat dijadikan sebagai salah satu parameter dalam pemantauan kualitas lingkungan perairan. Pemahaman plankton secara kuantitatif berhubungan erat dengan penilaian perairan yang dapat berfungsi sebagai daerah penangkapan maupun lokasi budidaya perairan. Berdasarkan kesuburannya dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu: Perairan Oligotrofik merupakan perairan yang kesuburannya rendah,Perairan Mesotrofik merupakan perairan yang mempunyai tingkat kesuburan sedang,dan Perairan Eutrofik merupakan perairan yang mempunyai tingkat kesuburan tinggi.

Share
 
Design by Team Dinas Kominfo Kab Magelang © 2013
Email : kominfo[at]magelangkab[dot]go[dot]id
No Telpon : (0293)-788346) fax (0293)-788122