Kembali

Jaga Sungai dari Hulu, Magelang Canangkan Spawning dan Nursery Ground

Kabupaten Magelang – Pemerintah Kabupaten Magelang mencanangkan kegiatan Pelestarian Sungai Spawning dan Nursery Ground pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Desa Tlogorejo, Kecamatan Grabag. Kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai serta keberlanjutan sumber daya ikan lokal dan endemik.

Kepala Desa Tlogorejo, Ahmad Afifudin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah desa bersama masyarakat untuk menjaga kelestarian sungai sebagai sumber kehidupan dan penghidupan masyarakat.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Joni Indarto, menjelaskan bahwa Spawning dan Nursery Ground bertujuan menyediakan habitat alami yang aman bagi proses pemijahan dan pertumbuhan ikan lokal. Pada tahun 2025, kegiatan ini dilaksanakan di tiga hulu sungai, yakni Sungai Legono di Desa Tampir Kulon Kecamatan Candimulyo, Sungai Ndaru di Desa Tlogorejo Kecamatan Grabag, dan Sungai Gleyor di Desa Pasangsari Kecamatan Windusari. Pada lokasi tersebut telah disepakati batas kawasan perlindungan yang tidak diperbolehkan untuk aktivitas penangkapan ikan, sehingga berfungsi sebagai “bank ikan” bagi masyarakat.

Berbagai tahapan telah dilaksanakan, mulai dari survei lokasi, sosialisasi kepada masyarakat, pembentukan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), hingga penetapan regulasi desa terkait pelestarian sungai. Kegiatan ini juga didukung kolaborasi dengan Universitas Gadjah Mada dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang dalam kajian ilmiah, pengendalian sampah sungai, serta penanaman pohon di bantaran sungai.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pemasangan papan larangan menangkap ikan, penyerahan perlengkapan Pokmaswas, serta penebaran 1.130 ekor induk ikan lokal yang terdiri dari ikan tawes, nilem, dan masher.


Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, menyampaikan bahwa Kabupaten Magelang memiliki potensi ekosistem sungai yang besar, namun perlu dijaga dari degradasi lingkungan. Melalui kegiatan Spawning dan Nursery Ground, diharapkan kelestarian sungai dapat pulih, populasi ikan meningkat, serta memberikan manfaat gizi dan ekonomi bagi masyarakat. Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian sungai demi generasi mendatang.

Kegiatan ditutup dengan penyematan atribut pengawas kepada perwakilan Pokmaswas, penebaran ikan, dan penanaman pohon di sepanjang aliran sungai sebagai simbol komitmen bersama dalam pelestarian lingkungan.