
DISPETERIKAN_ Kelinci merupakan jenis hewan yang dibudidayakan untuk dikonsumsi sebagai sumber protein hewani dan bisa juga sebagai hewan kesayangan. Saat ini, potensi budidaya kelinci di Kabupaten Magelang sangat besar, yakni lebih dari 100 peternak kelinci yang tersebar di sejumlah kecamatan. Oleh karena itu, sebagai bentuk apresiasi pada peternak kelinci, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang mendukung dan menggandeng usulan kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Republik Terwelu pada tahun ini yaitu Magelang Rabbit Festival 2025.

Kontes tersebut telah digelar sangat meriah di Lower Ground
Artos Mall pada Sabtu (26/4/2025) yang dihadiri oleh Bupati Magelang, Wakil
Bupati Magelang. Plt. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa
Tengah, Anggota DPRD dan sejumlah instansi lainnya.
Berdasarkan informasi dari Presiden Republik Terwelu, terdapat
160 kelinci yang diikutkan pada festival tahun ini diantaranya tidak hanya berasal
dari Magelang dan sekitarnya, namun juga dari Jogja, Malang, Jakarta bahkan Medan.
Kelinci yang dilombakan berjenis Flemish Giant, New Zealand, Rex, Mini Rex, Netherland Dwarf dan California. Adapun kategori penilaiannya seperti postur tubuh, kualitas bulu, warna, dan bobot.

Selain kontes, festival ini juga menggelar pameran UMKM. Sebanyak 12 stand menampilkan produk, diantaranya olahan susu kambing dan susu sapi, abon, rawon kaleng, telur asin, telur rendah kolesterol, beras organik dan pakan kelinci. Selain produk olahan seperti sarana prasarana penunjang peternakan dan ikan beong serta ikan koki.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak yang melakukan
bisnis budidaya kelinci terutama pada kaum milenial. Sehingga permintaan daging
di pasaran akan terpenuhi. Selain itu juga akan meningkatkan kesejahteraan
perekonomian keluarga.