A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 51
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 14
Function: browser_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/skpd031/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined offset: 1

Filename: models/Counter_model.php

Line Number: 146

Backtrace:

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 146
Function: _error_handler

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 168
Function: _userAgent

File: /home/web/application/models/Counter_model.php
Line: 15
Function: os_user

File: /home/web/application/controllers/Home.php
Line: 15
Function: simpanPengunjung

File: /home/skpd031/public_html/index.php
Line: 326
Function: require_once

Kabupaten Magelang

NASIB KERBAU DI KABUPATEN MAGELANG


Created At : 2020-06-30 00:00:00 Oleh : ZAKIA ULFAH, S.Pt. M.Eng Artikel Dibaca : 153

Menjelang hari raya Idul Adha harga ternak potong baik sapi, kambing maupun domba dipantau sudah mulai merangkak naik. Sepertinya pandemik akibat menyebarnya virus covid 19 tidak begitu mempengaruhi keramaian Pasar Hewan Muntilan hari ini.   Namun demikian protokol Covid 19 tetap dilaksanakan dengan semaksimal mungkin, seperti pengunjung wajib memakai masker dan harus cuci tangan tetap dilaksanakan di pintu masuk yang sekarang sudah dipasang alat instalasi desinfeksi dan juga tempat cuci tangan bagi penhunjung pasar hewan. Selain itu ada yang menarik pusat perhatian hari Selasa Kliwon 23 Juni 2020 di Pasar Hewan Muntilan yaitu adanya kerbau bule dengan harga fantastis yang mencapai 100 juta rupiah bahkan ada yang menawar sampai 175 juta.  

Kerbau adalah salah satu ternak ruminansia yang semakin hari semakin menurun populasinya di Kabupaten Magelang.  Penurunan populasi kerbau disebabkan oleh adanya mekanisasi pertanian sehingga kebutuhan tenaga Kerbau untuk membajak sawah sudah jauh berkurang digantikan oleh traktor.   Namun demikian tenaga Kerbau masih sangat diperlukan di areal persawahan yang kontur tanahnya tidak mendukung dilaksanakan mekanisasi pertanian seperti dilereng-lereng Pegunungan.  Peternak Kerbau masih banyak diketemukan di lereng Pegunungan Merapi seperti halnya di Desa Ngargomulyo, Sengi, Sumber  dan Kalibening Kecamatan Dukun. Penurunan populasi Kerbau juga disebabkan tidak populernya konsumsi daging Kerbau di Kabupaten Magelang seperti di Wilayah Pantura yang konsumsi daging Kerbau masi sangat tinggi.  Rendahnya masyarakat untuk beternak Kerbau juga menjadi salah satu penyebab semakin turunya populasi Kerbau di Kabupaten Magelang.  Turunnya minat beternak Kerbau disebabkan beberapa hal antara lain; Keperluan pakan yang relative lebih banyak dibandingkan dengan Sapi, Pengamatan birahi yang lebih sulit dibandingkan dengan sapi karena sifatnya yang silent heat.

Perlu usaha yang lebih untuk meningkatkan lagi minat masyarakat dalam beternak Kerbau.  Kampanye beternak kerbau dan peningkatan konsumsi daging kerbau perlu dilakukan di wilayah Kabupaten Magelang.  Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang sebagai SKPD pengampu peternak juga ikut berperan dalam meningkatkan minat beternak Kerbau.   Salah satunya adalah dengan penyediaan straw Kerbau di UPTD Balai Pembibitan Ternak untuk tahun 2020 ini sebanyak 200 dosis.  Selain itu Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang juga membina kelompok pembibitan Kerbau di Kecamatan Dukun (Zakia Ulfah S.Pt. M.Eng./Wasbitnak).

GALERI FOTO

Agenda

Tidak ada acara